kelak, rahasia itu, perihal sarapan shubuh diamdiam,
kita bincang ulang di meja perjamuan terbuka.
ditemani gelas-gelas putih berhak tinggi, bagai pelacur,
memacu umbar tawa-tawa kita, lakon pemegang kunci.

ini perihal rahasia, lama, rapat kita susun bagai teka dan
teki.  sangat diam kita jaga, bersangkut paut pelakon
lain, para pemegang kunci. saling sembunyi di balik suara
masing-masing. salah langkah, kita saling melaknat, tak
termaafkan, tak terduga, ada tuhan di sana juga diamdiam.

di sini, lewat perjamuan itu, dua tahun lalu, mereka membuka
rahasia, dua pelakon utama. kita, hanya pelakon pendukung,
penjaga rahasia, dua hati mereka. terimakasih tuhan, dan semoga..