tuan, sebagai rakyat kecil kami tahu
tuan adalah penguasa berjarak bumi
dan langit. hulubalang kauangkat begitu
saja, supaya bahasa kami, yang rakyat
kecil bisa mudah sampai ke telingamu.
meski telingamu, kerap disumbat oleh
hululabalang, juga bukan tanpa sebab.
sumbat-menyumbat berusut kaubikin
seenaknya atas titah-titahmu. hulubalang,
wajar takut dengan titah belakang tuan.
lihatlah makanan kami, tak sebanding
dengan biaya ransum atas titah seenaknya
tuan-tuan sekalian. juga, lihatlah seisi rumah
kami, tak sebanding dengan titah biaya naik
kereta terbang tuan-tuan.
kami masih memanggul janji tuan-tuan,
sembari menunggu waktu, bumi dan
langit bergesek, berlalu,dan petir menggelegar
selayak kiamat di kitab suci yang tiba saja datangnya
di situ kami menagih janji, rakyat kecil,
bisa menjelma seperti tuhan tanpa tuan,
penguasa sebenarbenarnya .. .. ..