ada sesuatu di bulan ini yang tak bisa saya tulis. tentang
letak buku-buku, cat lukis, pigura, yang berserakan ditutupi
butir-butir debu. juga, sebuah buku catatan harian dengan
halaman yang terbuka, tentang hari dan angka di penghujung bulan :

“jika aku pergi, tak kembali selamanya, biarkan kamar ini
menjadi fondasi kekal, jejak kita pernah berdua bersama
saksisaksi bisu kesayanganku, dan tak kunjung berani kau pindah”

ruangan itu dimakan usia, seperti bencana gunung meletus,
menghempas debu kesana dan kemari. ruang itu tancap terkenang
di kepala, pada suatu ketika. tiga tahun bersela pada september
yang lewat. Seperti kau, saya mengenang kita di kamar tua itu
pada bulan berikutnya. selalu,  setelah, september yang lewat.