Kita, sama menyimpan bekas selongsong,
karena luka tanpa sengaja. Mereka, peluru
yang berhamburan di sekujur tubuh. Tak ada
berbekas, tapi menyayat dan perih, memakai
peredam barangkali. Dan, seperti pepatah
kuno selalu berkata, katakanlah, katakanlah,
ia pahit? memang. Saban, libur, itu hari, kita
malas saling menyapa. Sebab, di waktu-waktu
seperti itu, aku dan kau memang saling enggan
berurusan dengan kepala yang penat bermain di
sekujur tubuh yang kita bikin samasama tanpa sadar
Ya, itulah luka.