kita, adalah dua butir kelereng yang
tak kuasa menahan nasib,menggelinding
sana  kemari di jemari anak kecil.

kita, adalah dua orang dewasa yang
hanya menjelma, tapi, tak punya kuasa
atas pikiran. dan kita, manja melepas
pasrah menjadi kepala yang kanak-kanak.

di manakah kau dan aku, masihkah
di saku celana kanan anak itu, seperti
kemarin, kita tak sempat pamit di
antara sepasang saku itu, yang
tak sempat berucap salam, kecuali
kita bergelinding di atas tanah pijakan
kita bermain. hanya itu-hanya
itu, waktu kita bebas bertemu,

hai kelereng betinaku..

masihkah dikau di saku sebelah?