aku ingin mengadu sedih yang sedu dan sedan.
sayapku setengah patah diterkam di balik semak
dari mata-hati mereka yang awas. ingin jauh dari
pikuk dan pekik yang mulai menjerit, sembunyi dari
sembilu yang menyayat pelan dan perlahan
itulah barangkali. tuhan memperhatikan, cuma enggan
memberitahu. bila waktu jawabannya kudapati,
mungkin selepas terbang setinggi langit yang teduh
Mei 5, 2011 at 3:29 pm
Mungkin Tuhan sedang puasa makanya gak mau memberi tahu