kukira tentang detik, menit, dan jam
yang berdetak, atau abu rokok yang
menghabiskan berbatang-batang
tempatku menunggu. di matamu, sebentar
itu adalah mereka, empat tokoh bumi
yang berlakon takjub menaklukkanmu
‘matahari perlahan mengecup bibir
dermaga, dan tenggelam setengah
dipeluk lautan, lalu menghilang
dibalik malam’. ah, kata-kata ini
selalu saja terucap dari mulutnya.
terus, kapan kita menjelma ke
dalam lakon singkat itu sayang?